Setiap orang memiliki kelebihan dan kemampuan yang berbeda, ada yang lebih menonjol dalam bidang sains, ada yang lebih menonjol dalam bidang seni atau sastra atau ada juga yang lebih bakatnya ada dalam bidang kemampuan fisik dan lian-lain. Ketika sesseorang tidak bisa melalukan bidang lain dengan baik bukan berarti orang itu mengalami kesulitan dalam belajar atau bermasalah tetapi karena faktor kemampuan setiap orang yang berbeda tadi, seseorang tidak dapat dipaksakan untuk dapat menguasai seluruh bidang sekaligus. Kesulitan dalam belajar matematika dapat diartikan sebagai ketidakmampuan seseorang untuk mencari alternatif penyelesaian dari soal/kasus matematika yang diberikan, oleh karena kemampuan setiap orang yang berbeda maka setiap orang memiliki standar yang berbeda untuk mencapai suatu pemahaman.
Matematika sering kali dianggap momok menakutkan bagi banyak orang. Tak hanya bagi siswa sekolah dasar, mahasiswa perguruan tinggi pun masih sering merasa kesulitan jika berhadapan dengan matematika. Pada beberapa program studi di semester 1 mereka masih bertemu dengan matematika yang merupakan salah satu mata kuliah wajib yang dinamakan matematika dasar. Karena stereotip jika matematika adalah pelajaran yang sulit dan ketidakmampuan seseorang untuk mememcahkan masalah matematika, mereka tak jarang merasa terbebani jika berhadapan dengan mata kuliah matematika dasar.
Setelah melakukan survei pada 20 orang responden mahasiswa semester 1 dari berbagai program studi yang memiliki mata kuliah matematika dasar, dapat disimpulkan beberapa faktor yang menyebabkan mahasiswa dapat kesulitan dalam mata kuliah matematika dasar terbagi atas dua faktor, pertama faktor internal dan faktor kedua adalah faktor eksternal. Faktor internal yang menyebabkan seseorang kesulitan belajar atau paham pada mata kuliah matematika dasar diantaranya adalah sejak awal mereka memang tidak menyukai pelajaran matematika, mereka hanya paham di beberapa materi saja selebihnya tidak bahkan beberapa orang memilih jurusan yang mereka jalani sekarang agar tidak bertemu dengan matematika lagi. Selanjutnya untuk faktor eksternal diantaranya dapat disebabkan oleh cara mengajar dosen yang sulit dipahami, media yang digunakan dosen dianggap kurang efektif serta waktu yang terbatas bagi mereka untuk belajar lebih banyak soal matematika.
Setelah kita ketahui faktor-faktor yang menyebabkan mahasiswa kesulitan memahami mata kuliah matematika dasar, maka diperlukan solusi agar seseorang tidak lagi mengalami kesulitan. Begitu memasuki jenjang perguruan tinggi dapat diartikan jika seseorang telah memasuki fase pembelajaran dewasa dimana mereka akan dominan belajar mandiri untuk lebih menguasai materi. Namun, karena mahasiswa semester 1 merupakan fase peralihan dari siswa SMA menuju mahasiswa dewasa, tak jarang mereka masih belum terbiasa dengan sistem belajar mandiri. Untuk itu, peran tenaga pengajar atau dosen masih sangat diperlukan untuk menunjang pemahaman mahasiswa dalam suatu bidang. Tetapi, mengingat salah satu faktor eksternal yang menyebabkan mahasiswa kesulitan belajar mata kuliah matematika dasar adalah cara mengajar dosen yang sulit dipahami dan media belajar yang dianggap kurang efektif, maka tenaga pengajar/ dosen diharap mampu menemukan alternaltif cara mengajar agar dapat lebih dipahami oleh mahasiswa.
Cara mengajar yang cenderung monoton menjelaskan materi membuat mahasiswa cepat bosan, ditambah materi yang diberikan cukup sulit waaupun masih tergolong dasar. Memang matematika dasar hanya sebagai mata kuliah dasar semester 1 sebelum mahasiswa memasuki mata kuliah yang dominan pada program studi mereka, tetapi ilmu matematika sudah pasti akan berguna bagi mereka pada tahap selanjutnya maupun mata kuliah lain. Matematika dapat meningkatkan keterampilan berhitung, mengasah pola pikir kritis serta menimbulkan kreaktivitas. Untuk itu mata kuliah matematika dasar sangat penting bagi mahasiswa semester 1.
Jika materi yang sulit diberikan dengan cara yang pasif, maka hal tersebut tidak efektif untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa. Suasana jenuh akan berlangsung selama proses pembelajaran jika hal tersebut terus terjadi, untuk itu sebaiknya ditemukan alternatif agar proses belajar lebih efektif. Salah satu cara yang dapat dilakukan agar proses belajar lebih efektif adalah dengan ice breaking. Ice breaking dapat diartikan sebagai salah satu kegiatan yang bertujuan untuk memecah ‘kebekuan’ selama acara berlangsung. Kebekuan disini diartikan sebagai suasana tidak mengenakan seperti canggung, jenuh dan mengantuk.
Ice breaking biasanya dipimpin oleh satu orang yang memberi intruksi dan peserta lain akan mengikuti intruksi tersebut. Ada banyak jenis ice beraking mulai dari yel-yel, tebak kata, tebak lagu, sambung cerita, berhitung, kuis, bernyanyi dan lain-lain. Konsep ice beraking sendiri sudah cukup cocok dengan konsep belajar dimana tenaga pengajar/dosen dapat berperan sebagai pemimpin dan mahasiswa sebagai peserta yang mengikuti intruksi. Dalam mata kuliah matematika dasar, kuis dinilai lebih efektif sebagai salah satu bentuk ice breaking yang dapat diterapkan saat belajar. Selain mencairkan suasana yang jenuh, kuis juga dapat melatih pemahaman mahasiswa terhadap materi yang diberikan.
KuAs SelaMath merupakan salah satu bentuk ice beraking dalam bentuk kuis yang dapat diterapkan pada saat prose pembelajaran mata kuliah matematika dasar. KuAs SelaMath adalah singkatan dari Kuis Asyik diSela belajar Math. Kuis ini dapat dilakukan dengan banyak cara, berhitung cepat, menebak bangun ruang, tic tac toe dan bentuk-bentuk lain yang dapat disesuaikan dengan materi yang sedang diajarkan.
Dengan ice breaking seperti ini diharapkan mahasiswa tidak lagi merasa jenuh saat belajar sekaligus dapat meningkatkan potensi mereka dalam bidang matematika sehingga pada mata kuliah lain yang masih berhubungan dengan matematika akan ikut terpupuk skill yang sudah dikuasai dari bidang matematika dasar. Atas kerjasama tenaga pengajar/dosen dan mahasiswa diharapkan cara ini dapat lebih efektif dalam proses belajar sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan.
